Welcome to
PT AJA Sertifikasi
Indonesia - AJA Group 

News and Events

Jakarta, HanTer - Dunia kerja menjadi semakin kompetitif di Indonesia. Apalagi dengan adanya sejumiah peluang yang menawarkan jalur karir yang sesuai dan memuaskan bagi para pekerjanya. Oleh karena itu pengetahuan yang didapat dari pendidikan tidak hanya pengetahuan saja tapi juga harus faham cara penerapannya dalam praktik seperti dalam bidang akuntansi dan bisnis.
 
Pendiri dan CE0 London School of Accountancy and Finance (LSAF) Global, Manish Gidwani mengatakan, selama ini pendidikan akuntansi di indonesia masih terfokus pengetahuan yang stagnan. Karena lulusan akuntansi memerlukan ketrampilan nyata dalam menangani masalah yang muncul dalam bisnis yang kian kompleks. Apalagi pendidikan akuntansi juga membutuhkan ketrampilan yang sesuai praktik bukan konsep ssmata.
 
"Agar siswa di jurusan akuntansi dan keuangan menjadi seorang profesional maka diperlukan Association Chartered Certified Accountants (ACCA)," kata Manish di Jakarta, Jumat (16/3/2018).
 
Manish menuturkan, untuk ikut ACCA sangat unik. Karena pesertanya bisa dari siswa SMP. Sehingga ketika lulus siswa SMP sudah dapat gelar BSc dalam kurun waktu 9 bulan. Ketika siswa SMP tersebut tetap melanjutkan hingga sarjana maka akan dapat gelar MSc in Profesional Accountancy dari ACCA University of London. Sistem pendidikan ACCA University of London ini sudah diterapkanSingapura sejak 30 tahun lalu. 
 
Oleh karena Manish berharap dengan siswa Indonesia mengikuti ACCA University of London maka saat bekerja di luar negeri tidak menempati posisi bawah seperti menjadi pembantu rumah tangga atau pekerja kasar. Dengan mengikuti ACCA University of London maka pekerja Indonesia bisa menempati posisi atas dari berbagai perusahaan bonafid dunia. Bahkan ketika bekerja di Indonesia bisa menempati posisi yang strategis.
 
"Saat ini sudah ada 4 kampus LSAF di Jakarta satu diantaranya di Mall of Indonesia (MOI) dan di Jl Majapahit. Di luar Jakarta, kampus LSAF ada di Bekasi dan Bandung," jelasnya 
 
Saat ini LSAF, sambung Manish, telah menjalin kerjasama dengan sebelas kampus ternama diantara UPH, Universitas Parahyangan. Karena sejatinya  pendidikan tinggi memerlukan ACCA untuk menjembatani siswa untuk terjun ke dunia akuntansi profesional. LSAF menjadi satu-satunya yang mempersispkan jalur bagi siswa agar dapat memperoleh ACCA yang dibutuhkan industri akuntansi dan keuangan di Indonesia.
 
ACCA didirikan di London, Inggis, pada tahun 1904 dan memiliki lebih dari 200.000 anggota dan 486.000 siswa di seluruh dunia. Visi ACCA di tahun 2020 adalah nomor 1 dalam pengembangan profesi akuntansi profesional yang dibutuhkan dunia. Fleksibilitas merupakan keunggulan dari LASF karena siswa lulusan SMA atau sederajat memiliki kesempatan untuk langsung belajar di bidang akuntansi dan bisnis. 
 
Saat ini banyak pemimpin di dunia dan peraih gelar Nobel Internasional merupakan lulusan dari University of London. Salah satunya yang paling dikenal adalah pejuang hak asasi manusia, yakni mendiang Nelson Mandela, yang menghabiskan 27 tahun di penjara belajar mengenai hukum lewat program internasional dari University of London.


(Safari)